Jaksa "Bingung" Tuntut Jarwo & Nonik

Jaksa "Bingung" Tuntut Jarwo & Nonik

suarahukum.com - Kembali lagi, sidang mafia Pelindo III, terdakwa Djarwo Suryanto dan Mike Yolanda ditunda lagi oleh Ketua Majelis Hakim Maxi Sigarlaki. Karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Katrin Sunita dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, beralasan berkas tuntutan belum selesai.

Sidang kasus dugaan pemerasan dan pencucian uang Pelindo III ini, terkesan diulur - ulur oleh Jaksa Kejari Perak Surabaya.

Penundaan pembacaan tuntutan hingga 3 kali mengakibatkan perkara Djarwo Suryanto dan Mike Yolanda terancam lepas dari hukuman (LDH) seperti kasus Firman dan Agus Hutapea Pelindo III dalam perkara yang sama, lantaran masa penahanan habis.

"Untuk hari ini kami belum siap membacakan tuntutan. Karena tuntutannya belum siap Yang Mulia," ujar Jaksa Katrin Sunita dihadapan Majelis Hakim PN Surabaya.

Terkesan bingung, Jaksa kemudian meminta Majelis Hakim yang dipimpin Maxi Sigarlaki memberikan waktu sepekan untuk menyelesaikan berkas tuntutan yang saat ini sudah dikoordinasikan dengan pihak Kejaksaan Agung.

"Mohon diperkenankan ditundah lagi 1 minggu Yang Mulia," ucap Jaksa Katrin.

Awalnya hakim hanya memberikan waktu selama 3 hari kepada jaksa menyelesaikan berkas tuntutan Djarwo Surjanto dan Mike Yolanda.

Namun karena jaksa merasa tidak mampu, maka hakim pun akhirnya memberikan waktu sepekan dengan syarat harus sudah selesai dan tidak ada lagi penundaan sidang.

"Kalau begitu saya tunda sampai tanggal 25 September 2017, untuk tuntutan. Kalau molor lagi maka persidangan saya ambil alih dan majelis hakim berhak memutuskan apakah perkara ini diteruskan atau dihentikan," jawab Hakim Maxi pada jaksa, dipersidangan.

"Jaksa telah melanggar kesepakatan yang dibuat bersama. Jangan sampai ada kesan bahwa kita ini menganakemaskan perkara ini, mengabaikan perkara lain. Bagi kami semua perkara itu penting, tidak ada yang ini. Jadi mohon nanti setelah ini kembali ke jadwal semula," jelas Maxi.

Sementara itu Sudikan Sidabuke salah satu pengacara Djarwo dan Mike Yolanda, mengatakan bahwa penundaan ini merupakan hal yang biasa. Dan pihaknya akan bersabar menunggu sampai minggu depan untuk mendengarkan tuntutan jaksa terhadap kliennya.

"Sebenarnya ini hal yang biasa, tidak ada yang luar biasa. jadi kalau belum selesai (tuntutannya disiapkan), tinggal kita tunggu saja. Jaksa sudah menjanjikan minggu depan untuk pembacaan tuntutan‎," kata Sidabuke, kuasa hukum terdakwa pada awak media, usai sidang.

Sebelumnya, Tim Kejari Tanjung Perak diperintahkan Kejasaan Agung Republik Indonesia mendakwa mantan Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto sebagai terdakwa dugaan pungutan liar (pungli) di wilayah Pelindo III Surabaya. Tidak hanya itu, istri Djarwo yakni Mike Yolanda juga jadi tersangka dalam kasus itu. Karena ikut menikmati hasil dari pungutan liar di Blok W Terminal Petikemas Surabaya. (Am)

2 Kurir Sabu Terancam Pidana Mati
Aziz Fathoni Beli HP Dengan Rekening Kosong